Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011

Arti Hadirmu

Aku termenung ditengah gelapnya malam
Dibawah cahaya rembulan aku terdiam
Gemerincing hujan nyanyikan lagu rindu
Semilir angin hembuskan kenangan
Goreskan luka yg tak kan pernah sirna
Aku disini bertemankan sunyi yg tak jua pergi
Aku tak pernah tau arti sunyi saat kau disampingku
Aku tak pernah mengerti sakitnya luka saat kita masih bersama
Setelah dirimu jauh, barulah aku sadar
bahwa kaulah arti hidupku
Bahwa kamulah pengobat luka
Tanpamu aku tak berarti karna kamu yg beri arti.
Percayalah aku tak bisa jauh darimu


Aku rindu kamu, Alfi...

Jumat, 23 Juli 2010

Siapa tak ingin menjadi baru
Aku pun ingin menjadi baru
Yang dapat menggapai titik maksimal kekuatan diri
Menjadi baru menjadi lebih berarti
Menjelma menjadi sosok berharga
Yang tahu bagaimana harus memilih
Dan berdiri sendiri
Bisakah aku hidup tanpa beban ?
Dapatkah aku bersinar terang ?
Layaknya dewi penghuni pesona
Selalu ditunggu, tak pernah menunggu
Mimpiku menjdi baru
Tak segan meninggalkan segala keburukan
Menyelami kepribadian diri
Mengenal diri sampai titik terendah
Menjadi baru dan terlahir kembali
Butuh proses serta membongkar pasang
Membangun kembali diri lewat daya upaya
Aku pasti bisa menjadi baru

*Dikutip dari buku “The Real Us” from Gisantia Bestari
Tuhan, aku yakin tahu
Rasanya sakit hati
Kalau sayang padaku
Mengapa Ia berikan padaku ?
Kenyataan yang menyakitkan
Membuat mata tak ingin kubuka
Aku tak ingat yang mengajariku berbagi
Nyatanya dunia tak adil
Jika tak pernah dihargai
Hidup tak ada artinya lagi
Jika telah mengerti sakit hati
Mengapa aku bertahan seperti ini ?
Tangisan yang kutahan
Ronta diri yang kusembunyikan
Semata hanyalah
Karena tak mau kubagi
Kalau tak ada yang bisa dipercaya
Isak hati hanya aku yang terima
Kalau tak ada yang peduli lagi
Biar kusimpan sendiri, biar kurugi sendiri
Mengapa Adam yang dicipta
Dengan indah sedemikian rupa
Mudah tersandung oleh pengkhianatan
Dan tidak jatuh ke tangan yang tulus ?


*Dikutip dari buku “The Real Us” from Gisantia Bestari
Aku juga telah berharap
Namun aku tak ingin menjadi pengecut
Yang selalu berlari dan tak ingin kembali

Jadi apa yang harus kulakukan ?
Lewat cara yang sebisaku saja
Kumencoba meraihnya

Mengapa aku harus terkulai secepat ini ?
Sampai di sinikah pengharapanku ?

Hati teriris-iris
Seakan tak ada peluang lagi
Telah coba kuatkan tekadku
Kini keyakinan yang baru kubangun, goyah lagi

Aku sedih, aku kecewa
Aku merasa galau dan ingin mencerna kembali
Apa yang dipikirku, perasaanku

Kunamai apa yang kulihat selama ini ?
Aku juga ingin lupa
Namun tak bisa jika dipaksa
Jadilah aku tertekan sendiri
Dengan diri tersudut, merana, dan kesepian

Aku juga ingin keluar
Dari lubang yang terus mencengkeramku
Saat kudengar sesuatu yang membuat hati bergejolak
Aku merintih, aku tersakiti

*Dikutip dari buku “ The Real Us “ from Gisantia Bestari

Sabtu, 03 April 2010

Aku Mencintaimu, Sahabatku …


Sulit …
Terlalu sulit untuk diungkapkan
Terlalu sakit untuk dipendam
Terlalu pahit untuk dikenang

Cinta ,, apa yang terjadi ?
Aku mencintaimu, sahabatku …
Sahabat yang selama ini menemaniku
Sahabat yang selalu ada disisiku

Betapa sesak dada ini
Saat ku jumpa denganmu
Saat ku tatap matamu
Saat ku tenggelam dalam senyummu

Betapa ku ingin lari dari kenyataan
Ingin ku berteriak “ Aku Mencintaimu, Sahabatku “
Aku ingin tetap bersamamu
Selamanya … sepanjang hidupku …

Senin, 22 Maret 2010

Akhir Kisah Ini

Ku coba mengenang kisah kita yang tersisa
Namun tak ada satupun yang ku temukan
Bahkan … serpihan kecil itupun menghilang
Seiring kepergianmu , kasih …

Lalu …
Harus ku apakan cinta ini ?
Mungkinkah akan ku lupakan ?
Atau mungkin … harus ku tinggalkan ?

Namun …
Apalah dayaku ?
Cintamu telah mengalir dalam darahku
Sehingga ku tak bisa hidup tanpamu

Sejenak kupahami semua
Tertutup sudah ..
Tak ada lagi jalan bagiku ,
Aku harus mengakhiri kisah ini …

Melepasmu

Tak ada sedikitpun sesalku
Tlah bertahan dengan setiaku
Walau diakhir jalan
Ku harus melepaskan dirimu

Ternyata tak mampu kau melihat
Dalamnya cintaku yang hebat
Hingga ada alasan bagimu
Tuk tinggalkan setiamu

Da bila kau harus pergi
Jauh … Dan tak kan kembali
Ku akan merelakanmu
Meninggalkan cinta itu

Walau berat rasanya
Melupakan kenangan kita
Namun taka pa
Bila akhirnya kau pun bahagia

Dalam Sujud Ku Terisak

Malam ini ,,
Akan kucurahkan semua isi hati
Akan ku luapkan kerinduan-kerinduan yang telah lama ku pendam
Pada-Mu , hanya pada-Mu , duhai Tuhanku …

Entah bagaimana harus ku katakan
Entah seperti apa harus ku lukiskan
Namun pasti ,,
Engkau tahu apa yang tengah ku rasa


Ya Rabb ,,
Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan ?
Aku bimbang ..
Bahkan, aku pun tak tahu bagaimana perasaanku saat ini ?


Rindu yang membuncah
Sakit yang teramat sangat
Juga pilu yang menusuk kalbu
Telah lama bersemayam dihidupku


Ya Tuhan , tolonglah aku
Aku yang tengah rapuh dan goyah
Ya Tuhan , dalam sujud ku terisak
Memohon untuk menerangi hari-hariku yang gelap .

Biarkan Aku Mencintaimu Dalam Diam …

Dalam diam
Aku Mencintaimu
Tak perlu seorangpun tahu ,
Seberapa besar rasa cintaku itu
Sakit …
Pedih …
Biarlah hanya aku yang merasakan
Biarlah hanya aku yang tahu
Walu sering kau kecewakan aku
Walau sering kau sakiti hatiku
Tapi tak mengapa ,,
Biarkan aku mencintaimu dalam diam ..